jump to navigation

Pemuda, Kunci Kebangkitan Bangsa Juni 25, 2008

Posted by zakyalhamzah in Olahraga dan Pemuda.
add a comment

Pergumulan kepemudaan atau kini lebih dikenal dengan Gerakan Mahasiswa (Germa) memiliki arti yang sangat penting dalam sejarah setiap langkah perjalanan bangsa Indonesia.

Tidak heran kemudian ketika para pemuda dinobatkan sebagai satu-satunya agent of change dan agent of social control. Gerakan-gerakan kaum intelektual muda ini sesungguhnya memang tidak hanya terjadi di Indonesia melainkan juga hampir disetiap negara diseluruh penjuru dunia.

Jelas bahwa peranan mahasiswa menjadi solusi konkret dalam penyelesaian persoalan-persoalan dalam suatu bangsa. Semangat menggebu-gebu dengan darah sengar yang ganas, para pemuda tidak dapat dilepaskan begitu saja dalam setiap degub langkah perjalanan sejarah di seantero nusantara.

Gerakan kepemudaan bangsa ini selalu menjadi pelopor dan garda terdepan akan sebuah perubahan. Sebut saja diantaranya adalah dengan adanya organisasi yang bernama Boedi Oetomo. Sejatilah organisasi pertama bentukan pemuda di nusantara ini mencoba mengubah nasib bangsa ini yang terjajah oleh kolonial dapat meraih kemerdekaannya. Kemudian melahirkan apa yang kini dikenal dengan Sumpah Pemuda.

Pada Selasa, 20 Mei 2008 lalu genap 100 tahun sudah Kebangkitan Nasional yang ditandai dengan berdirinya Boedi Oetomo diperingati dengan berbagai cara. Membangkitkan kembali semangat nasionalisme dalam kancah pergerakan bangsa Indonesia. Sebuah momentum penting dalam memperkokoh dan mengaktualisasikan kembali wawasan kebangsaan dan nasionalisme bangsa Indonesia dalam menghadapi tuntutan perkembangan zaman yang ada saat ini.

Refleksi satu abad kebangkitan nasional guna meneropong tantangan masa depan bangsa yang lebih prospektif. Buku terbaru dari Eko Prasetyo dengan judul “Minggir, Waktunya Gerakan Muda Memimpin” ini, mengajak kepada para pemuda khususnya pelajar dan mahasiswa untuk terus mencoba memunculkan kembali semangat-semangat baru pemuda untuk menghasilkan visi bersama gerakan kepemudaan yang sangat progresif dan radikal.

Dengan meneladani semangat juang para pahlawan bangsa ini. Diantaranya Soekarno, Semaoen dan Moh. Natsir. Mengingat walaupun Indonesia telah merdeka sejak 17 Agustus 1945, namun sebagian besar rakyat Indonesia masih jauh tujuan utama dari kemerdekaan itu sendiri.

Mewujudkan kehidupan berbangsa dan bernegara yang berdaulat dan kebersamaan serta kesejahteraan yang berkeadilan sosial. Malahan saat ini rakyat tengah dibayang-bayangi dengan lonjakan harga sembako yang kian tidak terkendali. Lonjakan harga komoditas pangan dan minyak bumi yang kini tidak dapat diprediksikan sebelumnya telah membuat masyarakat kecil negeri yang sebenarnya kaya akan sumber daya alamnya ini kian banyak yang terjerembab ke dalam jurang kemiskinan yang abadi.

Terbukti bahwa bangsa ini masih tidak memiliki skenario jelas dalam mendesian perjalanan jati dirinya di masa mendatang. Saatnya Indonesia harus memulai memantapkan eksistensi dan kelangsungan keberlanjutan bernegara. Mengamankan negara kepulauan nusantara dari ancaman pada masa kini dan masa depan. Mencoba secara serius memajukan perikehidupan berbangsa dan bernegara di segala bidang. Terlebih berbicara tentang kesejahteraan rakyat dan peradabannya.

Bahasa yang lugas dan sedikit gaul serta dilengkapi beberapa ilustrasinya dengan pembahasan yang menyentuh hati dan menggugah semangat nasionalisme dari penulis kepada para pembacanya, menjadikan buku dapat patut dijadikan sebagai sumber inspirasi. Tidak hanya bagi para mahasiswa tentunya, namun bagi seluruh pelajar dan rakyat Indonesia yang masih cinta kepada tanah air. Sebagai bangsa yang telah merdeka setelah melalui liku-liku pahit dalam perjalanannya terutama bagi para pejuang bangsa ini.

Dengan membakar semangat yang membara-bara, saatnya para kaum muda memimpin lagi arah perjalanan bangsa ini ke depan. Visi yang tidak lagi mau menjadi kaki tangan suatu rezim penguasa termasuk para pemiliki modal (kapitalisme), melainkan tetap bergerak bersama masyarakat demi kepentingan rakyat seutuhnya. Menutup pintu rapat-rapat pada restorasi orde baru dan membebaskan diri untuk selama-lamanya dari cengkeraman neoliberalisme

Sumber: www.penulislepas.com

Ayo Bung Rebut (Piala Thomas dan Uber) Kembali !! Mei 10, 2008

Posted by zakyalhamzah in Olahraga dan Pemuda.
Tags:
add a comment

 

Ayo ayo mari kita dukung dengan semangat kebangkitan nasional perjuangan pemain bulu tangkis kita dalam Kejuaraan Bulu Tangkis Piala Thomas dan Uber 2008.Hari minggu ini (11/5) Indonesia berpeluang membawa pulang Piala Thomas dan Uber setelah sekian tahun direbut pemain China untuk Piala Thomas di tahun 2006. Di Piala Uber, China sudah merebutnya lima kali berturut-turut dari tahun 1998 hingga 2006.

Ayo ayo ini kesempatan emas bagi pemain-pemain kita untuk membawa pulang Piala Thomas dan Uber. Untuk Piala Thomas, Indonesia kali terakhir eraihnya tahun 2002 di Guangzhou China dengan mengalahkan Denmark. Sedangkan tim putri, terakhir kali merengkuh Piala Uber tahun 1996 di Hongkong. Prestasi terbaik terjadi di Tahun 1994 dan 1996 yakni mengawinkan Piala Thomas dan Uber.

Tahun ini momentum tepat mengembalikan kejayaan olahraga bulu tangkis Indonesia di eksibisi dunia. Bersama semangat satu Abad Kebangkitan Nasional, kita gelorakan semangat itu di seluruh penjuru Indonesia untuk memberikan dukungan pada Taufik Hidayat, Sony Dwi Kuncoro, Chandra Wijaya yang berpasangan dengan Nova Widianto. Jangan lupa juga memberikan dukungan pada Markis Kido/Hendra Setiawan yang menjadi juara ganda putra.

Namun dukungan besar berlipat-lipat layak kita berikan pada atlet putri yang sejak tahun 1998 sulit membawa pulang Piala Uber. Ayo ayo tahun ini mari kita dukung ramai-ramai Maria Kristin, Adriyanti Firdasari, Pia Zebadiah Bernadet dan fransisca Ratnasari yang bermain di tunggal putri. Serta Vita Marissa/Liliyana Natsir, Greysia Polli/Jo Novita dan Endang Nursugianti/Rani Mundiasti. Mereka layak kita support setiap pertandingan berlangsung atau diluar pertandingan.

Ayo ayo jadikan momentum 100 tahun Kebangkitan Nasional sebagai pembakar semangat atlet-atlet terbaik bulu tangkis Indonesia. Di pundak mereka nama Indonesia bisa berjaya kembali di kejuaraan paling bergengsi bulu tangkis.

Apakah Piala Thomas dan Uber bisa disandingkan lagi, atau minimal satu piala dibawa pulang di rumah sendiri? itu tergantung komitmen, semangat dan perjuangan dari para atlet. Namun, dukungan dari rakyat Indonesia perlu menjadi semangat supaya mereka merasa termotivasi untuk memberikan yang terbaik bagi bangsa ini.

Berikan perlawanan yang fair penuh strategi terbaik pada pemain-pemain China, denmark, Belanda maupun Malaysia. Jangan minder atas kebesaran pemain mereka atau negara mereka. Bagaimanapun dunia sudah mengetahui kehebatan dan prestasi bulu tangkis kita. Sekarang tergantung pemain kita di lapangan, dalam menyuguhkan permainan yang bagus serta konsisten.

Buat penonton Indonesia, jadilah penonton yang baik dan atraktif. Sebagai tuan rumah, tunjukkan jika yel-yel dukungan kita sangat membantu perjuangan atlet-atlet Indonesia. Jangan memberikan dukungan melecehkan pada pemain lawan, tapi berikan hormat pada mereka dan ucapan selamat secara adil jika mereka menang.

Ayo ayo sekali lagi kita dukung semangat pemain kita meraih kembali Piala Thomas dan Uber, syukur bisa menyandingkannya. Semoga !!

” Salam Kebangkitan Nasional “