Dimana tokoh pemimpin muda ? Mei 9, 2008
Posted by zakyalhamzah in Kepemimpinan.Tags: Pemimpin
add a comment
Pemilihan presiden berlangsung satu tahun ke depan (5 April 2009). Beragam capres sudah bermuculan, dari mantan gubernur DKI Jakarta Sutiyoso, Ketum DPP Hanura Wiranto, Ketum DPP PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri.
Mantan ketum DPP Partai Golkar Akbar Tanjung, mantan Presiden Partai Keadilan Sejahtera Hidayat Nurwahid, Gubernur DIY Sultan Hamengku Buwono, mantan ketum PKB Abdurahman Wahid serta Ketum DPP Partai Golkar Jusuf Kalla disebut-sebut juga akan tampil perebutan pemimpin bangsa ini.
Yang perlu disayangkan, dari sekian kandidat capres, belum satupun muncul sosok dari kalangan pemimpin muda. Tokoh muda yang digadang-gadang maju, justru enggan mendeklarasikan sejak dini berkompetisi. Mantan Direktur Eksekutif Walhi Chalid Muhammad, salah satu contoh tokoh yang mempresentasikan mewakili kalangan muda, dan non kader partai politik. Disamping Yudi Latif, Anies Baswedan, serta Effendy Ghazali, serta tokoh muda lain.
Namun, menjelang peringatan 100 Tahun Kebangkitan Nasional, sosok calon pemimpin dari kalangan muda masih sulit diraba. Meski mempunyai kapasitas serta agresifitas jika kelak memimpin, namun anasir kalangan muda belum menyepakati untuk menunjukkan tokoh muda yang bisa menggeser kalangan tua diatas. Jadi, jangan tepat jika dalam setahun ke depan, tokoh pemimpin muda belum muncul, maka adagium 4L (lu lagi, lu lagi) akan semakin kuat mengecap di pikiran masyarakat.
Yang perlu dikhawatirkan lagi, krisis tokoh pemimpin muda ini — terlepas sudah didesain sejak zaman penjajahan dan dilanjutkan hingga sekarang maupun tidak– akan menggerus proses regenerasi kepemimpinan nasional. Apakah ini sudah disengaja? sulit untuk membuktikannya, meski gejala-gejala sikap minder (inlander) dari generasi muda untuk memiliki nyali besar maju dalam Pilpres 2009 mudah dilihat sejak puluhan tahun terakhir. Siapa yang salah? generasi tua dan generasi muda.
Layaknya pepatah tua, keberhasilan sebuah era generasi adalah mampu melahirkan generasi yang Lebih Baik daripada generasi itu sendiri, dan berikutnya dan selanjutnya. Hal buruk berlaku sebaliknya. Pertanyaan awal, apakah generasi muda saat ini bersikap dan bertindak lebih baik daripada generasi sebelumnya? Jika mereka mengklaim bersikap lebih baik, dan memiliki momentum besar memimpin bangsa ini, mengapa sikap ”bangkit” untuk maju belum terlihat?
Pertanyaan besar berikutnya, mengapa generasi muda tidak memiliki keberanian maju berkompetisi dalam Pilpres 2009? Apakah minder dengan kebesaran generasi tua baik dari segi kharisma, dukungan sosial serta finansial? Kapan saat tepat generasi muda tampil, 2009, 2014, atau tidak sama sekali hingga terjadi kemunduran peradaban di Indonesia ?
Pertanyaan sederhana, apa yang sedang dipikirkan, dilakukan dan direncanakan generasi muda dalam mengatasi persoalan bangsa? Tidak perlu terlalu jauh, bagaimana memecahkan persoalan sampah, banjir, kemacetan, pengangguran dan beragam penyakit endemi di sekitar rumah para tokoh pemimpin muda bangsa ini? Dimana tokoh pemimpin muda yang siap mengemban tugas bangsa besar ini ?
” salam kebangkitan nasional ”